Tag: Devisa Hasil Ekspor

Pelabuhan ekspor batu bara dan kelapa sawit Indonesia yang menggambarkan penerapan kebijakan ekspor satu pintu Danantara
Artikel
Redaksi LEXmedia

Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara

LEXmedia. Sejak 1 Juni 2026, peta perdagangan komoditas strategis Indonesia berubah drastis. Pemerintah memberlakukan kebijakan ekspor satu pintu Danantara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan ini menyasar batu bara, kelapa sawit, dan paduan besi (ferro alloy). Akibatnya, eksportir harus menyesuaikan kontrak, alur dokumen, dan strategi bisnis mereka. Kini, masa

Pelabuhan Indonesia dengan tongkang batubara dan kapal tanker sawit, ilustrasi kewajiban ekspor SDA melalui BUMN
Artikel
Redaksi LEXmedia

Kewajiban Ekspor SDA Melalui BUMN

LEXmedia. Pemerintah kini menerapkan kewajiban ekspor SDA melalui BUMN untuk komoditas strategis. Kebijakan ini berjalan beriringan dengan pengetatan devisa hasil ekspor (DHE). Oleh karena itu, eksportir batubara, kelapa sawit, dan ferro alloy menghadapi dua rezim sekaligus. Rezim pertama mengatur jalur ekspor. Rezim kedua mengatur ke mana devisa wajib mengalir. Artikel

Ilustrasi kewajiban penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam di pelabuhan ekspor sumber daya alam Indonesia
Artikel
Redaksi LEXmedia

Kewajiban Penempatan Devisa Hasil Ekspor SDA

LEXmedia. Pemerintah terus memperketat regulasi devisa hasil ekspor sumber daya alam. Kewajiban penempatan DHE SDA kini menjadi perhatian utama pelaku usaha ekstraktif di Indonesia. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2026, pemerintah mempersempit kanal penempatan dana ekspor tersebut. Oleh karena itu, eksportir wajib memahami perubahan ini secara menyeluruh sebelum arus

Penerapan mekanisme retensi DHE SDA pertambangan lewat perjanjian bilateral berdasarkan PP No. 21 Tahun 2026
Artikel
Redaksi LEXmedia

Regulasi Retensi Devisa Hasil Ekspor SDA

LEXmedia. Pemerintah Indonesia secara resmi merilis Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 tentang Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (PP No. 21 Tahun 2026). Kebijakan ini membawa paradigma baru melalui implementasi mekanisme retensi devisa hasil ekspor SDA pertambangan lewat perjanjian bilateral. Langkah strategis tersebut merupakan terobosan hukum dalam sistem