Tag: Penyelesaian Sengketa Bisnis

Juru sita memasang tanda sita jaminan sengketa bisnis pada tumpukan barang milik tergugat di gudang perusahaan
Artikel
Redaksi LEXmedia

Sita Jaminan dalam Sengketa Bisnis

LEXmedia. Sita jaminan sengketa bisnis menjadi alat penting bagi kreditur yang menggugat di pengadilan negeri. Namun, banyak pelaku usaha belum memahami syarat dan risikonya. Akibatnya, hakim sering menolak permohonan sita, atau sita justru merugikan penggugat. Artikel ini menjelaskan dasar hukum, syarat, prosedur, dan langkah kepatuhan berdasarkan HIR, RBg, Rv, dan

Palu hakim dan dokumen resmi menggambarkan proses eksekusi putusan arbitrase BANI di Pengadilan Negeri
Artikel
Redaksi LEXmedia

Eksekusi Putusan Arbitrase BANI

LEXmedia. Kemenangan dalam sidang arbitrase tidak otomatis berarti kewajiban pihak yang kalah langsung terpenuhi. Banyak pelaku usaha justru menghadapi tantangan baru setelah putusan dibacakan, yaitu bagaimana memastikan putusan tersebut benar-benar dilaksanakan. Proses eksekusi putusan arbitrase BANI menjadi tahap krusial yang menentukan apakah kemenangan hukum berubah menjadi hak yang nyata. Artikel

Proses arbitrase sengketa saham BANI di ruang sidang formal Jakarta
Artikel
Redaksi LEXmedia

Penyelesaian Sengketa Saham Melalui BANI

LEXmedia. Konflik antar pemegang saham kerap muncul di tengah perjalanan bisnis. Penyebabnya beragam, mulai dari perbedaan kepentingan, pelanggaran perjanjian pemegang saham, hingga sengketa keabsahan kepemilikan. Oleh karena itu, banyak pelaku usaha kini memilih jalur arbitrase dibanding pengadilan umum. Penyelesaian sengketa saham melalui BANI menjadi opsi populer karena prosesnya relatif cepat,

Ilustrasi sidang prosedur arbitrase BANI untuk penyelesaian sengketa komersial di Indonesia
Artikel
Redaksi LEXmedia

Prosedur Arbitrase BANI Sengketa Komersial

LEXmedia. Sengketa komersial kerap membutuhkan penyelesaian yang cepat, rahasia, dan efisien. Oleh karena itu, banyak pelaku usaha di Indonesia memilih arbitrase sebagai alternatif dari peradilan umum. Prosedur arbitrase BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) menjadi rujukan utama karena lembaga ini telah beroperasi sejak 1977 dan memiliki basis hukum yang kuat. Artikel