Tag: UU 30/1999

Proses arbitrase sengketa saham BANI di ruang sidang formal Jakarta
Artikel
Redaksi LEXmedia

Penyelesaian Sengketa Saham Melalui BANI

LEXmedia. Konflik antar pemegang saham kerap muncul di tengah perjalanan bisnis. Penyebabnya beragam, mulai dari perbedaan kepentingan, pelanggaran perjanjian pemegang saham, hingga sengketa keabsahan kepemilikan. Oleh karena itu, banyak pelaku usaha kini memilih jalur arbitrase dibanding pengadilan umum. Penyelesaian sengketa saham melalui BANI menjadi opsi populer karena prosesnya relatif cepat,

Praktisi hukum memeriksa dokumen sengketa dualisme kepemilikan saham PT
Artikel
Redaksi LEXmedia

Sengketa Dualisme Kepemilikan Saham PT

LEXmedia. Sengketa dualisme kepemilikan saham kerap muncul ketika dua pihak sama-sama mengklaim status sah sebagai pemegang saham dalam satu Perseroan Terbatas (PT). Kondisi ini biasanya berakar dari perbedaan versi akta, penyalahgunaan kuasa, atau praktik pinjam nama (nominee) yang tidak tercatat secara transparan. Akibatnya, kepastian hukum atas kepemilikan perusahaan menjadi kabur.

Praktisi hukum meninjau dokumen sengketa pelanggaran merek dagang di kantor hukum
Artikel
Redaksi LEXmedia

Cara Atasi Pelanggaran Merek Dagang

LEXmedia. Pelanggaran merek dagang oleh pesaing bisa merusak reputasi bisnis dan menggerus pendapatan secara signifikan. Oleh karena itu, pemilik merek terdaftar wajib memahami langkah hukum yang tepat untuk melindungi asetnya. Artikel ini menyajikan panduan hukum praktis mengenai cara mengatasi pelanggaran merek dagang oleh pesaing berdasarkan peraturan perundang-undangan terbaru di Indonesia.

Praktisi hukum dan investor asing meninjau perjanjian bisnis PMA untuk mitigasi risiko wanprestasi
Artikel
Redaksi LEXmedia

Mitigasi Risiko Wanprestasi PMA

LEXmedia. Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) menghadapi kompleksitas hukum yang tinggi saat menjalin perjanjian bisnis di Indonesia. Mitigasi risiko wanprestasi PMA menjadi kebutuhan mendesak karena perbedaan sistem hukum, bahasa, dan kebiasaan bisnis antar pihak. Oleh karena itu, pelaku usaha PMA perlu memahami kerangka hukum yang mengatur wanprestasi sejak tahap penyusunan

Dua pelaku usaha berjabat tangan setelah mencapai kesepakatan restorative justice komersial di ruang mediasi
Artikel
Redaksi LEXmedia

Restorative Justice Komersial, Solusi Sengketa Bisnis

LEXmedia. Sengketa bisnis kerap membebani waktu dan biaya para pihak yang berperkara. Oleh karena itu, banyak pelaku usaha mulai melirik restorative justice komersial sebagai jalur penyelesaian yang lebih cepat dan bermartabat. Pendekatan ini menekankan pemulihan hubungan, bukan sekadar penjatuhan sanksi. Selain itu, langkah hukum ini sejalan dengan semangat efisiensi peradilan

Dokumen klausul arbitrase dalam kontrak bisnis di meja hukum
Artikel
Redaksi LEXmedia

Klausul Arbitrase Kontrak Bisnis Izin Usaha Dicabut

LEXmedia. Penerapan klausul arbitrase dalam kontrak bisnis kini menjadi pilihan utama para pelaku usaha di Indonesia. Mekanisme ini menawarkan efisiensi tinggi, kerahasiaan rapat, dan putusan final. Namun, sebuah persoalan yuridis muncul ketika izin usaha salah satu pihak dicabut oleh regulator. Banyak pihak bingung apakah klausul arbitrase dalam kontrak bisnis tetap

Infografis mekanisme arbitrase internasional dalam penyelesaian sengketa dagang berdasar peraturan BANI dan UU 30/1999
Artikel
Redaksi LEXmedia

Mekanisme Arbitrase Internasional Sengketa Dagang

LEXmedia. Arus perdagangan global yang masif meningkatkan risiko sengketa bisnis lintas batas secara signifikan. Ketika perusahaan bekerja sama dengan entitas asing, ketidakpastian hukum sering kali muncul ke permukaan. Oleh karena itu, para pelaku usaha membutuhkan solusi hukum yang adil, netral, dan cepat. Salah satu instrumen terbaik saat ini adalah mekanisme

In-house counsel meninjau dokumen kontrak yang mencakup penerapan klausul arbitrase dalam kontrak pengadaan barang jasa
Artikel
Redaksi LEXmedia

Penerapan Klausul Arbitrase di Kontrak Pengadaan Barang Jasa

LEXmedia. Dalam dunia bisnis modern, sengketa kontrak merupakan risiko yang tidak terhindarkan. Penerapan klausul arbitrase dalam kontrak pengadaan barang jasa menjadi solusi strategis bagi perusahaan untuk menjaga kepastian operasional. Kita menyadari bahwa perselisihan mengenai wanprestasi sering menguras energi dan sumber daya. Oleh karena itu, menentukan forum penyelesaian sengketa sejak awal