Tag: UU 05/1960

Dokumen sertifikat dan palu hukum menggambarkan proses penyelesaian sengketa tanah aset BUMN
Artikel
Redaksi LEXmedia

Penyelesaian Sengketa Tanah Aset BUMN

LEXmedia. Sengketa tanah aset BUMN sering muncul akibat tumpang tindih hak, sertifikat ganda, atau okupasi pihak ketiga. Badan Usaha Milik Negara mengelola tanah dalam jumlah besar untuk mendukung operasional bisnis. Namun, status kekayaan negara yang dipisahkan pada BUMN kerap memicu perselisihan hukum yang kompleks. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan

Analisis hukum pembatalan sertifikat tanah ganda pada dokumen kepemilikan aset perusahaan
Artikel
Redaksi LEXmedia

Pembatalan Sertipikat Tanah Ganda Aset Perusahaan

LEXmedia. Kasus Pembatalan Sertipikat Tanah Ganda kerap mengancam kepastian hukum aset perusahaan di Indonesia. Fenomena ini muncul ketika satu bidang tanah memiliki dua sertipikat berbeda, sementara masing-masing pihak mengklaim keabsahannya. Akibatnya, perusahaan berisiko kehilangan kendali atas aset produktifnya. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh tentang dasar hukum dan prosedur Pembatalan Sertipikat

Vila di Bali dengan dokumen legal, menggambarkan proses kepemilikan properti asing Bali yang sah secara hukum
Artikel
Redaksi LEXmedia

Legalitas Kepemilikan WNA Properti di Bali

LEXmedia. Minat investor asing terhadap properti di Bali terus meningkat setiap tahun. Namun, isu kepemilikan warga negara asing (WNA) atas properti di Bali kerap menimbulkan kebingungan hukum bagi calon investor asing. Sistem agraria Indonesia menganut prinsip nasionalitas yang membatasi kepemilikan tanah bagi warga negara asing. Oleh karena itu, memahami kerangka

Proses konversi girik ke SHM di kantor pertanahan Indonesia
Artikel
Redaksi LEXmedia

Konversi Hak Tanah Bekas Adat/Girik ke SHM

LEXmedia. Tanah bekas hak adat seperti Girik, Petok D, dan Letter C masih banyak beredar di masyarakat Indonesia. Dokumen ini bukan sertipikat, melainkan bukti pembayaran pajak tanah zaman kolonial dan awal kemerdekaan. Oleh karena itu, pemilik tanah berbasis girik menghadapi risiko hukum yang nyata, terutama dalam sengketa kepemilikan dan transaksi

Kwitansi jual beli tanah di atas meja bersama sertifikat sebagai ilustrasi risiko hukum transaksi tanah
Artikel
Redaksi LEXmedia

Risiko Hukum Kwitansi Jual Beli Tanah

LEXmedia. Transaksi tanah dengan kwitansi masih sering terjadi di masyarakat Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Banyak orang menganggap kwitansi sudah cukup sebagai bukti kepemilikan setelah uang diserahkan. Padahal, anggapan ini keliru secara hukum. Artikel ini membahas risiko hukum kwitansi jual beli tanah, dasar hukum yang mengaturnya, serta langkah aman agar

Praktisi pertanahan memeriksa dokumen sertifikat tanah ganda di kantor pertanahan
Artikel
Redaksi LEXmedia

Cara Atasi Sertipikat Tanah Ganda

LEXmedia. Sertipikat tanah ganda menjadi masalah serius bagi pemilik properti di Indonesia. Kondisi ini terjadi saat satu bidang tanah memiliki dua sertipikat berbeda atas nama pihak yang berlainan. Akibatnya, pemilik sah kerap kehilangan hak kepemilikan tanpa proses hukum yang jelas. Oleh karena itu, memahami langkah hukum menjadi kebutuhan mendesak bagi

Analisis Hukum Eksekusi Lahan Hotel Sultan oleh Negara melalui regulasi pertanahan dan putusan pengadilan
Artikel
Redaksi LEXmedia

Analisis Eksekusi Lahan Hotel Sultan

LEXmedia. Kasus sengketa lahan Hotel Sultan di Jakarta menjadi pusat perhatian publik serta praktisi hukum nasional. Pemerintah Indonesia kini mengambil langkah strategis untuk mengamankan aset negara bernilai sangat tinggi tersebut. Publik terus mencermati bagaimana jalannya eksekusi lahan Hotel Sultan oleh Negara yang melibatkan pertarungan regulasi pertanahan yang kompleks. Oleh karena

Visualisasi Langkah Hukum Menghadapi Sengketa Tanah dengan Mafia Tanah di pengadilan
Artikel
Redaksi LEXmedia

Langkah Hukum Menghadapi Sengketa Tanah dengan Mafia Tanah

LEXmedia. Ancaman mafia tanah terus berevolusi menjadi tantangan serius bagi kepastian hukum di Indonesia. Fenomena ini merupakan kejahatan pertanahan yang terencana, terstruktur, dan seringkali terorganisir. Oleh karena itu, kita memerlukan langkah hukum menghadapi sengketa tanah dengan mafia tanah yang tepat. Kejahatan ini biasanya melibatkan pemalsuan dokumen dan manipulasi surat keterangan