Tag: KUHAP Baru

Advokat bertoga meninjau naskah revisi UU Advokat pasca Putusan MK 126/PUU-XXIV/2026 di ruang sidang
Artikel
Redaksi LEXmedia

Putusan MK: Revisi UU Advokat

LEXmedia. Revisi UU Advokat kini bukan lagi sekadar wacana politik. Mahkamah Konstitusi (MK) mengubahnya menjadi kewajiban konstitusional melalui Putusan Nomor 126/PUU-XXIV/2026. Putusan ini memberi pembentuk undang-undang waktu paling lama dua tahun. Oleh karena itu, advokat, organisasi advokat, dan pengguna jasa hukum perlu memahami dampaknya sejak sekarang. Artikel ini mengurai isi

Ruang sidang pengadilan negeri dengan palu hakim dan buku hukum, ilustrasi objek praperadilan KUHAP baru
Artikel
Redaksi LEXmedia

6 Objek Praperadilan dalam KUHAP

LEXmedia. Objek praperadilan KUHAP kini mengalami perluasan penting sejak 2 Januari 2026. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (UU 20/2025) menggantikan UU Nomor 8 Tahun 1981. Akibatnya, tersangka, korban, pelapor, dan pihak ketiga memperoleh ruang uji yang lebih luas. Namun, perluasan ini juga membawa batasan

Mediasi perdamaian korban dan pelaku sebagai syarat restorative justice di hadapan aparat penegak hukum
Artikel
Redaksi LEXmedia

Syarat Restorative Justice dalam KUHAP

LEXmedia. Banyak perkara pidana ringan kini tidak harus berakhir di ruang sidang. UU No. 20 Tahun 2025 tentang KUHAP mulai berlaku sejak 2 Januari 2026 dan memuat bab khusus tentang keadilan restoratif. Oleh karena itu, memahami syarat restorative justice menjadi kebutuhan praktis bagi korban, pelaku, dan advokat. Artikel ini mengurai

Advokat memeriksa berkas memori kasasi pidana dengan kalender penanda tenggat 14 hari di meja kerja
Artikel
Redaksi LEXmedia

Syarat dan Tata Cara Kasasi Pidana

LEXmedia. Kasasi pidana kini berjalan dengan aturan main yang berbeda. Sejak 2 Januari 2026, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP baru) mengubah banyak ketentuan upaya hukum. Selain itu, Mahkamah Agung menerbitkan sejumlah pedoman teknis sepanjang 2026. Akibatnya, terdakwa, advokat, dan penuntut umum perlu memperbarui

Dokumen perjanjian di meja ruang sidang sebagai ilustrasi DPA korporasi atau perjanjian penundaan penuntutan dalam KUHAP baru
Artikel
Redaksi LEXmedia

DPA Korporasi dalam KUHAP

LEXmedia. Sejak 2 Januari 2026, penegak hukum Indonesia memiliki instrumen baru untuk menangani kejahatan perusahaan. Instrumen itu bernama Perjanjian Penundaan Penuntutan atau Deferred Prosecution Agreement (DPA). Melalui DPA Korporasi, penuntut umum dapat menunda penuntutan terhadap perusahaan yang bersedia memulihkan kerugian dan membenahi tata kelolanya. Namun, mekanisme ini bukan jalan pintas

Palu hakim dan barang bukti seperti rumah, kendaraan, uang, dan emas sebagai ilustrasi harta yang dirampas negara
Artikel
Redaksi LEXmedia

Daftar Harta yang Dapat Dirampas Negara

LEXmedia. Banyak orang bertanya, harta apa saja yang bisa dirampas oleh negara? Pertanyaan ini makin relevan sejak KUHP baru dan KUHAP baru berlaku pada 2 Januari 2026. Selain itu, DPR kini sedang membahas RUU Perampasan Aset. Oleh karena itu, memahami batas harta yang dirampas negara menjadi kebutuhan, bukan sekadar wawasan.

Hakim di ruang sidang pengadilan negeri mempertimbangkan syarat putusan pemaafan hakim bagi terdakwa
Artikel
Redaksi LEXmedia

Syarat Putusan Pemaafan Hakim

LEXmedia. Syarat putusan pemaafan hakim kini memiliki pedoman yang jelas. Sejak 2 Januari 2026, KUHP dan KUHAP nasional berlaku efektif. Selanjutnya, Mahkamah Agung menerbitkan Perma Nomor 3 Tahun 2026 tentang Putusan Pemaafan Hakim. Oleh karena itu, terdakwa, advokat, jaksa, dan korban perlu memahami kapan hakim boleh memaafkan dan kapan tidak.

Berkas perkara pidana dan palu hakim di ruang sidang pengadilan negeri, ilustrasi praperadilan pasca pelimpahan perkara
Artikel
Redaksi LEXmedia

Praperadilan Pasca Pelimpahan Perkara

LEXmedia. Banyak tersangka dan advokat kini mempertanyakan nasib praperadilan pasca pelimpahan perkara ke pengadilan. Pertanyaan ini wajar. Sejak 2 Januari 2026, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP Baru) mengubah hubungan antara praperadilan dan pokok perkara. Selanjutnya, Mahkamah Agung menerbitkan SEMA Nomor 3 Tahun 2026

Kamera CCTV di ruang pemeriksaan sebagai ilustrasi rekaman pemeriksaan tersangka oleh penyidik dan advokat
Artikel
Redaksi LEXmedia

Kewajiban Rekaman Pemeriksaan Tersangka

LEXmedia. Rekaman pemeriksaan tersangka kini bukan lagi sekadar praktik baik. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP (UU 20/2025) menjadikannya kewajiban penyidik. KUHAP baru ini mulai berlaku pada 2 Januari 2026 dan menggantikan UU Nomor 8 Tahun 1981. Namun, banyak pihak masih bertanya apa yang harus penyidik rekam, siapa yang

Palu hakim dan timbangan keadilan di meja sidang, ilustrasi putusan pemaafan hakim dalam Perma 3/2026
Artikel
Redaksi LEXmedia

Aturan Putusan Pemaafan Hakim

LEXmedia. Putusan pemaafan hakim kini memiliki pedoman resmi. Mahkamah Agung menetapkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 3 Tahun 2026 pada 23 Juni 2026. Perma ini berlaku sejak 9 Juli 2026, tanggal pengundangannya. Namun, banyak praktisi masih bertanya: kapan hakim boleh menyatakan terdakwa bersalah, tetapi tidak menjatuhkan pidana? Artikel ini mengulas